Dange adalah perayaan musim panen yang dilakukan setiap tahun oleh Suku Dayak Kayaan Medalaam, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Dalam rangkaian perayaan ini, mantra-mantra yang dilantunkan menjadi bentuk ungkapan syukur kepada Tipang (Tuhan) atas panen dan hasil yang telah diterima selama setahun terakhir. Jika sebelumnya persembahan dalam Dange berupa hasil panen ladang, kini makna “panen” diperluas, mencakup iuran uang dan berbagai hasil kerja warga dalam satu tahun terakhir.



Misa Dange Inkulturasi merupakan ritual perayaan musim panen yang dileburkan dengan liturgi Katolik dan diadakan di Gereja Katolik Paroki Santo Antonius dari Padua Mendalam. Misa ini menjadi pembukaan Dange di Kayaan Medalaam yang selanjutnya akan diadakan di tiap Ukung (Kampung).


Perayaan Dange sempat terhenti pada tahun 1972 akibat satu dan lain hal. Hingga pastor asal Kayaan Medalaam, bernama Aloysius J. Ding Ngo, pada tahun 1980 mempelopori inkulturasi ini dengan menerjemahkan liturgi Katolik ke dalam Bahasa Kayaan Medalaam. Terjemahan ini dibukukan dalam Buku “Alaan Telaangjulaan”. Dalam liturgi yang sudah diterjemahkan terdapat liturgi Misa Do Dange (Misa Hari Dange).

